Seumur-umur jadi orang IT belom pernah saya menangani jaringan komputer. Sebelum bekerja di perusahaan saya yang sekarang saya bidang IT yg saya geluti adalah programmer & sistem analyst. Sekalinya suruh ngurusi jaringan dan harus berurusan dgn Coreswith yg belom pernah saya kenal sebelumnya. Alhamdulillah, yg jelas ilmu nambah meski terpaksa menerima banyak komplen dari atasan & teman-teman saya sekantor karena jaringan error & internet lambat hingga ngeblokir situs-situs download >:) .
Ya itulah sekelumit pengalaman saya yg berstatus newbie dlm hal jaringan. Dalam artikel ini saya ingin berbagi pengalaman konfigurasi coreswitch Alcatel Omniswitch 9700E. Apa yang saya tulis disini berdasar manual dan training singkat oleh para teknisi yg berasal dari negeri sebrang. Belum berani konfig dari 0 lagi karena jaringan telah settle, bos bisa marah..
.
Oke… here we go..
Diasumsikan langkah ini telah dilakukan. Konfigurasi berikutnya adalah :
- membuat virtual lan (vlan)
- mengalokasikan port untuk vlan
- memberi IP address untuk interface port lan
- memfungsikan snmp untuk monitoring
- tambahan : trunk
By default, login ke omniswitch menggunakan username ‘admin’ & password ‘switch’. Pertama kali yang dilakukan adalah memanggil working directory. Working directory ini adalah directory yg ada pada coreswitch yang berfungsi untk memanajemen file-file software coreswitch. Untuk memanggil working directory syntaxnya adalah :
-> reload working no rollback-timeout
Setelah itu baru mendefinisikan vlan. Pola syntaknya adalah : vlan x , dengan x adalah identifier vlan tsb. Lengkapnya : vlan id [enable | disable] [name description] , kemudian tekan enter.
Misalnya:
-> vlan 99 enable name "Network Staff"
-> vlan 77 enable name "Network Supervisor"
Kemudian setelah vlan berhasil dideklarasikan maka langkah berikutnya adalah mengalokasikan interface/port yang akan digunakan. Pola penulisan syntaxnya adalah : vlan id port default {slot/port} . Sehingga jika port-port yang akan digunakan dialokasikan untuk vlan 99 diatas maka contoh penulisan syntaxnya adalah sbb :
-> vlan 99 port default 2/9
contoh lain yg sama:
-> vlan 77 port default 2/2
Pada kode diatas, angka 2 pada 2/9 menunjukkan nomor modul CIMM-nya dan angka 9 menunjukkan nomor port LAN yang diberi alokasi vlan. Bila ada banyak port, semisal port 9 hingga port 15 digunakan untuk vlan 99 maka penulisan syntaxya sbb :
-> vlan 99 port default 2/9-15
contoh lain yg sama :
-> vlan 99 port default 2/2-8
Langkah berikutnya adalah memberi nomor alamat IP untuk vlan yang digunakan. Pola penulisan syntaxnya adalah : ip interface name [address ip_address] [mask subnet_mask] [admin [enable | disable]] [vlan id] [forward | no forward] , secara default bila tag no forward tidak dituliskan maka yang digunakan adalah forward. Forward disini mempunyai maksud bahwa vlan ybs bisa traffic dapat di brigde dalam vlan atau lintas koneksi pada vlan yang sama di switch yang lain. No forward sebaliknya. Contoh penulisan syntaxnya :
-> ip interface 192.168.99.1 mask 255.255.255.0 vlan 99 enable
-> ip interface 192.168.77.1 mask 255.255.255.0 vlan 77 enable
Syntax-syntax diatas memungkinkan konfigurasi jaringan seperti ini :
- port 2/2-8 mempunyai IP address 192.168.77.1/24 dan dapat menghandle client ber IP 192.168.77.xxx dgn gateway 192.168.77.1
- port 2/9-5 mempunyai IP address 192.168.99.1/24 dan dapat menghandle client ber IP 192.168.99.xxx dgn gateway 192.168.99.1
Trunk
Trunk adalah binding beberapa vlan dalam satu koneksi, sehingga banyak vlan hanya butuh sebuah kabel untuk sebuah manageable switch dikoneksikan dengan coreswitch. Memungkinkan efisiensi dalam menggunakan media koneksi. Pola penggunaan syntaxnya : vlan {id} 802.1q {slot/port} “name” . Contohnya :
-> vlan 99 802.1q 2/21
-> vlan 77 802.1q 2/21
Vlan 99 (yg memuat network 192.168.99.xxx) dan vlan 77 (yg memuat network 192.168.77.xxx) menggunakan jalur/kabel ygn sama dan terhubung ke sebuah manageable switch. Lalu bagaimana menggunakannya? Tinggal mengatur settingan pada manageable switch yang terhubung dgn kabel tsb. Soal ini akan dibahas di artikel ini. Karena keterbatasan waktu maka itu dulu yang saya tulis di artikel ini.
Konfig pada coreswitch sudah selesai. Terakhir yang harus dilakukan adalah menyimpan hasil pekerjaan kita. Untuk nge-save perintah berikut ini harus dieksekusi :
-> write memory
-> copy working certified
Tanpa kedua perintah diatas, hasil pekerjaan kita akan hilang ketika coreswitch ter-reboot. Jika semua script konfigurasi ingin dibaca maka perintah ini :
-> show configuration snapshot
akan menampilkannya.
Untuk konfig manageable switch nya (Alcatel Omniswitch 6850-24) akan saya tulis di halaman ini juga dlm beberpa hari kedepan.
Semoga mencerahkan.
Assalamualaikum wr. wb. Pak Muharmansyah,
Terima kasih atas pencerahannya, saya tunggu konfigurasi versi Alcatel OmniSwitch 6850-24 nya dan mohon informasinya mengenai support perangkat Alcatel Omniswitch di Indonesia.
Terima kasih dan wassalamulaikum wr. wb.
Iman.
Saya tidak mengetahui kontak/alamat supportnya. Mohon maaf. Trims telah mampir.
Hallo Pak Iman, kebetulan perusahaan tempat saya berkerja adalah premium partner Alcatel Lucent. Silahkan hubungi kami di http://www.msinfokom.com
terima kasih atas ilmunya…
sy jg lg bingung ada proyek sehubungan dengan Alcatel dalam waktu dekat di Padang… bisa minta nomor kontaknya Mas/Pak/Gan biar kita bisa sharing tentang konfigurasi Alcatel..
Saya sebenarnya masih awam banget, benar2 pemula. Basic saya programmer web, tapi di tempat kerja baru dipaksa ngurusin jaringan. Ilmu saya masih terbatas soal ini. Tapi saya ada manual2nya jika sampeyan butuh kontak saja di shah_dino2000[a]yahoo.com ntar saya kirimkan.