<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>muhara's simple web log...</title>
	<atom:link href="http://muhara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhara.wordpress.com</link>
	<description>muharmansyah adi nugroho webLog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 02:38:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muhara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>muhara's simple web log...</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muhara.wordpress.com/osd.xml" title="muhara&#039;s simple web log..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://muhara.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Walisongo, Hoax ?</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2011/09/05/walisongo-hoax/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2011/09/05/walisongo-hoax/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 10:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[INDONesian Idiots]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[babad tanah jawa]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khayal]]></category>
		<category><![CDATA[palsu]]></category>
		<category><![CDATA[penyebar islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar cerita Walisongo, baca bukunya atau penah nonton film walisongo di TV ? Benarkah Walisongo pernah hidup ataukah cuma legenda atau mitos belaka..? Waktu kecil, penulis pernah lihat film walisongo di TV, namun belum melihat kejanggalan-kejanggalan. Sampai akhirnya terpikirkan kejanggalan2nya, di antaranya : 1. dalam film itu 9 wali berkumpul dalam suatu tempat membahas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=351&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar cerita Walisongo, baca bukunya atau penah nonton film walisongo di TV ? Benarkah Walisongo pernah hidup ataukah cuma legenda atau mitos belaka..?</p>
<p><img class="alignnone" title="masjid demak" src="http://i1.trekearth.com/photos/22960/masjid_demak1.jpg" alt="" width="461" height="346" /></p>
<p><span id="more-351"></span></p>
<p>Waktu kecil, penulis pernah lihat film walisongo di TV, namun belum melihat kejanggalan-kejanggalan. Sampai akhirnya terpikirkan kejanggalan2nya, di antaranya :</p>
<p>1. dalam film itu 9 wali berkumpul dalam suatu tempat membahas suatu masalah. padahal kalao kita mencari silsilah mereka, maka dapat diketahui bahwa wali A adalah anak wali B, wali B punya anak lagi wali C. bahkan ada wali yang hidup tidak sezaman (tidak pernah bertemu). namun anehnya dalam film tsb mereka seolah2 berumur sama, sudah beruban semua.</p>
<p>2. yang paling parah adalah kisah sunan Kalijogo, dimana dikisahkan sang sunan bersemedi dipinggir kali (sungai), berhari-hari sampai lumuten (tumbuh lumut ditubuhnya), hanya untuk diterima jadi murid wali lain. dan ada ritual peresmian menjadi wali, dengan diubur.</p>
<p>Keanehannya adalah : kalau benar sunan kalijogo berhari-hari semedi di pinggir kali maka dia tidak sholat, kalau buang air ga cebok dll. maka justru ini menyimpang dari ajaran Islam yag lurus. Maka cerita ini sangat perlu untuk dicari kebenarannya. Apakah benar seorang wali berbuat begitu ? ataukah ini hanya cerita dusta yang disandarkan kepada sang wali tsb ?</p>
<p>Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja hukumnya kafir, ini menurut pendapat yang paling benar di antara dua pendapat ulama, yang demikian ini jika orang tersebut mengakui kewajiban tersebut. Jika ia tidak mengakui kewajiban tersebut, maka ia kafir menurut seluruh ahlul ilmi, demikian berdasarkan beberapa sabda Nabi shollallaahu’alaihi wasallam:</p>
<p>رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ</p>
<p>“Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad.”. Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/231), at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2616), Ibnu Majah, kitab al-Fitan (3973) dengan isnad shahih.</p>
<p>إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ.</p>
<p>“Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”[Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab al-Iman (82)]</p>
<p>اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.</p>
<p>“Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir.”[Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/346) dan para penyusun kitab Sunan dengan isnad shahih, at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2621), An-Nasa’i, kitab ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalah (1079)</p>
<p>مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ. قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ</p>
<p>“Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat….” (Al-Muddatstsir: 42-43)</p>
<p>3. <a href="http://kluwan.wordpress.com/2008/11/11/sejarah-lengkap-wali-9-indonesia/" target="_blank">cerita tentang walisongo</a> jika diteliti tidak ada sand yang shohih. semuanya berdasarkan katanay dan konon. sehingga keaslian ceritanya sangat diragukan.</p>
<p>Abdullah bin Mubarak (wafat th. 181 H) berkata : “sanad ini dari agama, kalau seandaianya tidak ada sanad, maka orang akan berkata sekehendaknya apa yang ia mau“. (syarah Muslim Nawawi 1/87)</p>
<p>Imam Muslim meriwayatkan di dalam mukaddimah shahihnya dari Ibn Sirin rahimahullah, yang berkata, “Dulu mereka tidak pernah mempertanyakan tentang sanad, namun tatkala terjadi fitnah, mereka mengatakan, ‘Tolong sebutkan kepada kami para perawi kalian.!’ Lalu dilihatlah riwayat Ahlussunnah lantas diterima hadits mereka. Demikian pula, dilihatlah riwayat Ahli Bid’ah, lalu ditolak hadits mereka.</p>
<p>Entah siapa yang memulainya, yang jelas sosok para penyebar agama Islam yang baik itu tiba-tiba berubah menjadi tokoh dunia persilatan dengan beragam ilmu kedigjayaan.</p>
<p>Sebagai tokoh penyebar agama Islam, para da’i itu tentu sangat tidak layak untuk digambarkan bagai tokoh dagelan sakti mandraguna. Kita bukan bangga dengan penggambaran yang keliru itu, tetapi kita malah bersedih hati. Kita cenderung berpendapat bahwa rekaan-rekaan seperti ini justru merupakan pembunuhan karakter para tokoh yang sudah berjasa menyebarkan agama.</p>
<p>untuk itu perlu diteliti kembali keabsahan cerita walisongo, agar tidak menyesatkan umat. banyak umat yang terssat akibat kisah kurafat dan tahayul dari wali sanga, sampai-sampai banyak yang ziarah ke makam atau petilasan mereka dengan mengharap berkah dan berdo’a disana.</p>
<p>Sungguh ini adalah kesyirikan yang nyata</p>
<p>Seandainya para wali itu benar ada, bukan berarti kita memujanya…</p>
<p>Seandainya para wali itu benar ada, dan mereka berada diatas alhaq, niscaya mereka akan mengingkari pengkultusan terhadap mereka</p>
<p>Dan orang-orang yang kalian seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kalian menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui”. (QS. Fathir : 13-14)</p>
<p>Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.” (QS. Al-Ahqaf : 4-6)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=351&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2011/09/05/walisongo-hoax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i1.trekearth.com/photos/22960/masjid_demak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid demak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi CoreSwitch Alcatel Omniswitch 9000 series</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2011/07/07/konfigurasi-coreswitch-alcatel-omniswitch-9000-series/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2011/07/07/konfigurasi-coreswitch-alcatel-omniswitch-9000-series/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 08:49:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[alcatel]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[ip address]]></category>
		<category><![CDATA[lan]]></category>
		<category><![CDATA[manageable switch]]></category>
		<category><![CDATA[omniswitch]]></category>
		<category><![CDATA[tcp]]></category>
		<category><![CDATA[virtual lan]]></category>
		<category><![CDATA[vlan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Seumur-umur jadi orang IT belom pernah saya menangani jaringan komputer. Sebelum bekerja di perusahaan saya yang sekarang saya bidang IT yg saya geluti adalah programmer &#38; sistem analyst. Sekalinya suruh ngurusi jaringan dan harus berurusan dgn Coreswith yg belom pernah saya kenal sebelumnya. Alhamdulillah, yg jelas ilmu nambah meski terpaksa menerima banyak komplen dari atasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=338&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://muhara.files.wordpress.com/2011/07/dsc00046.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-343" title="DSC00046" src="http://muhara.files.wordpress.com/2011/07/dsc00046.jpg?w=500&#038;h=400" alt="" width="500" height="400" /></a>Seumur-umur jadi orang IT belom pernah saya menangani jaringan komputer. Sebelum bekerja di perusahaan saya yang sekarang saya bidang IT yg saya geluti adalah programmer &amp; sistem analyst. Sekalinya suruh ngurusi jaringan dan harus berurusan dgn Coreswith yg belom pernah saya kenal sebelumnya. Alhamdulillah, yg jelas ilmu nambah meski terpaksa menerima banyak komplen dari atasan &amp; teman-teman saya sekantor karena jaringan error &amp; internet lambat hingga ngeblokir situs-situs download &gt;:) .<br />
Ya itulah sekelumit pengalaman saya yg berstatus newbie dlm hal jaringan. Dalam artikel ini saya ingin berbagi pengalaman konfigurasi coreswitch Alcatel Omniswitch 9700E. Apa yang saya tulis disini berdasar manual dan training singkat oleh para teknisi yg berasal dari negeri sebrang. Belum berani konfig dari 0 lagi karena jaringan telah settle, bos bisa marah.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .<br />
Oke&#8230; here we go..<span id="more-338"></span><br />
Diasumsikan langkah <a title="instalasi" href="http://www.alcadis.nl/files/Support_files/Alcatel-Lucent/OmniSwitch/OS9000/Manuals/OS9000%20AOS%206.1.3%20R01/OS9000%20AOS%206.1.3%20R01%20Getting%20Started%20Guide.pdf" target="_blank">ini</a> telah dilakukan. Konfigurasi berikutnya adalah :</p>
<ul>
<li>membuat virtual lan (vlan)</li>
<li>mengalokasikan port untuk vlan</li>
<li>memberi IP address untuk interface port lan</li>
<li>memfungsikan snmp untuk monitoring</li>
<li>tambahan : trunk</li>
</ul>
<p>By default, login ke omniswitch menggunakan username &#8216;admin&#8217; &amp; password &#8216;switch&#8217;. Pertama kali yang dilakukan adalah memanggil working directory. Working directory ini adalah directory yg ada pada coreswitch yang berfungsi untk memanajemen file-file software coreswitch. Untuk memanggil working directory syntaxnya adalah :</p>
<p><code> -&gt; reload working no rollback-timeout</code></p>
<p>Setelah itu baru mendefinisikan vlan. Pola syntaknya adalah : vlan x , dengan x adalah identifier vlan tsb. Lengkapnya : vlan id [enable | disable] [name description] , kemudian tekan enter.<br />
Misalnya:<br />
<code> -&gt; vlan 99 enable name "Network Staff"</code><br />
<code> -&gt; vlan 77 enable name "Network Supervisor"</code></p>
<p>Kemudian setelah vlan berhasil dideklarasikan maka langkah berikutnya adalah mengalokasikan interface/port yang akan digunakan. Pola penulisan syntaxnya adalah : vlan id port default {slot/port} . Sehingga jika port-port yang akan digunakan dialokasikan untuk vlan 99 diatas maka contoh penulisan syntaxnya adalah sbb :</p>
<p><code>-&gt; vlan 99 port default 2/9 </code><br />
contoh lain yg sama:<br />
<code>-&gt; vlan 77 port default 2/2 </code></p>
<p>Pada kode diatas, angka 2 pada 2/9 menunjukkan nomor modul CIMM-nya dan angka 9 menunjukkan nomor port LAN yang diberi alokasi vlan. Bila ada banyak port, semisal port 9 hingga port 15 digunakan untuk vlan 99 maka penulisan syntaxya sbb :</p>
<p><code>-&gt; vlan 99 port default 2/9-15 </code><br />
contoh lain yg sama :<br />
<code>-&gt; vlan 99 port default 2/2-8 </code></p>
<p>Langkah berikutnya adalah memberi nomor alamat IP untuk vlan yang digunakan. Pola penulisan syntaxnya adalah : ip interface name [address ip_address] [mask subnet_mask] [admin [enable | disable]] [vlan id] [forward | no forward] , secara default bila tag no forward tidak dituliskan maka yang digunakan adalah forward. Forward disini mempunyai maksud bahwa vlan ybs bisa traffic dapat di brigde dalam vlan atau lintas koneksi pada vlan yang sama di switch yang lain. No forward sebaliknya. Contoh penulisan syntaxnya :</p>
<p><code> -&gt; ip interface 192.168.99.1 mask 255.255.255.0 vlan 99 enable </code><br />
<code> -&gt; ip interface 192.168.77.1 mask 255.255.255.0 vlan 77 enable </code></p>
<p>Syntax-syntax diatas memungkinkan konfigurasi jaringan seperti ini :<br />
- port 2/2-8 mempunyai IP address 192.168.77.1/24 dan dapat menghandle client ber IP 192.168.77.xxx dgn gateway 192.168.77.1<br />
- port 2/9-5 mempunyai IP address 192.168.99.1/24 dan dapat menghandle client ber IP 192.168.99.xxx dgn gateway 192.168.99.1</p>
<p>Trunk<br />
Trunk adalah binding beberapa vlan dalam satu koneksi, sehingga banyak vlan hanya butuh sebuah kabel untuk sebuah manageable switch dikoneksikan dengan coreswitch. Memungkinkan efisiensi dalam menggunakan media koneksi. Pola penggunaan syntaxnya : vlan {id} 802.1q {slot/port} &#8220;name&#8221; . Contohnya :</p>
<p><code> -&gt; vlan 99 802.1q 2/21 </code><br />
<code> -&gt; vlan 77 802.1q 2/21 </code></p>
<p>Vlan 99 (yg memuat network 192.168.99.xxx) dan vlan 77 (yg memuat network 192.168.77.xxx) menggunakan jalur/kabel ygn sama dan terhubung ke sebuah manageable switch. Lalu bagaimana menggunakannya? Tinggal mengatur settingan pada manageable switch yang terhubung dgn kabel tsb. Soal ini akan dibahas di artikel ini. Karena keterbatasan waktu maka itu dulu yang saya tulis di artikel ini.</p>
<p>Konfig pada coreswitch sudah selesai. Terakhir yang harus dilakukan adalah menyimpan hasil pekerjaan kita. Untuk nge-save perintah berikut ini harus dieksekusi :</p>
<p><code> -&gt; write memory </code><br />
<code> -&gt; copy working certified </code> </p>
<p>Tanpa kedua perintah diatas, hasil pekerjaan kita akan hilang ketika coreswitch ter-reboot. Jika semua script konfigurasi ingin dibaca maka perintah ini :<br />
<code>-&gt; show configuration snapshot</code><br />
akan menampilkannya.</p>
<p>Untuk konfig manageable switch nya (Alcatel Omniswitch 6850-24) akan saya tulis di halaman ini juga dlm beberpa hari kedepan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga mencerahkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=338&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2011/07/07/konfigurasi-coreswitch-alcatel-omniswitch-9000-series/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhara.files.wordpress.com/2011/07/dsc00046.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00046</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angka 26 Dalam Bencana</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2010/10/30/angka-26-dalam-bencana/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2010/10/30/angka-26-dalam-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2010 07:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[INDONesian Idiots]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[azab]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bencana alam]]></category>
		<category><![CDATA[bukan cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[gomorah]]></category>
		<category><![CDATA[gunung meletus]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman]]></category>
		<category><![CDATA[huud]]></category>
		<category><![CDATA[ingkar]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[lut]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[musa]]></category>
		<category><![CDATA[nabi terdahulu]]></category>
		<category><![CDATA[nuh]]></category>
		<category><![CDATA[orang beriman]]></category>
		<category><![CDATA[saleh]]></category>
		<category><![CDATA[sodom]]></category>
		<category><![CDATA[syuaib]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bulan ini terjadi 2 bencana alam di Indonesia, gempa+tsunami di Mentawai dan meletusnya gunung Merapi di Jogja. Gunung Merapi di Jogja sedang menjalani ritual rutinnya setiap 3-4 taun sekali. Sedangkan gempa Mentawai, karena kepulauan Mentawai memang terletak di tepi patahan lempeng benua, tentu saja rawan gempa karena lempeng tersebut secara alamiah memang bergerak. Setidaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=324&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="punishment" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e1/John_Martin_-_Sodom_and_Gomorrah.jpg/300px-John_Martin_-_Sodom_and_Gomorrah.jpg" alt="" width="300" height="192" /></p>
<p>Dalam bulan ini terjadi 2 bencana alam di Indonesia, gempa+tsunami di Mentawai dan meletusnya gunung Merapi di Jogja. Gunung Merapi di Jogja sedang menjalani ritual rutinnya setiap 3-4 taun sekali. Sedangkan gempa Mentawai, karena kepulauan Mentawai memang terletak di tepi patahan lempeng benua, tentu saja rawan gempa karena lempeng tersebut secara alamiah memang bergerak. Setidaknya itulah pandangan ilmiah atas kedua bencana alam yang terjadi pada bulan ini pada tanggal yang sama, 26.</p>
<p><span id="more-324"></span></p>
<p>Tetapi adakah alasan lain? Gunung Merapi sebelumnya meletus 4 taun yang lalu pada bulan Mei di tanggal yg sama, 26 (siklus sebeleumnya). 2 orang tewas, yaitu relawan yg berlindung di bunker Kaliadem. Kali ini 25 nyawa melayang, termasuk sang juru kunci. Sementara gempa Mentawai, baru terjadi taun ini, sebelumnya memang ada gempa di sumatera barat, belum genap setahun sejak gempa tersebut. Gempa lain yg paling dahsyat yg pernah dialami negeri ini adalah gempa+tsunami Aceh taun 2004, pada bulan Desember dan pada tanggal yg sama, 26. Lalu bencana lain, 26 juni 2010 Tasik gempa dan Jogja pun pernah gempa tgl 26 Mei 4 taun yg lalu. Gempa &amp; gunung meletus adalah bencana alam yg bukan karena diakibatkan oleh kerusakan yg diperbuat manusia secara langsung (semisal banjir, kemarau panjang dll). Kapan &amp; dimana terjadi gempa &amp; gunung meletus adalah rahasia tuhan. Merapi punya siklus letusan 3-4 taun. Tetapi apakah persis 4 atau 3 taun ? tidak juga. Kadang 3 kadang 4. Apalagi gempa. Apakah akan ada gempa akhir taun ini hanyalah tuhan yg tau.</p>
<p>Angka 26, yang menjadi tanggal atas bencana-bencana diatas bila ditelisik lebih jauh adalah, 26 itu kelipatan 13 yang sudah terkenal jadi angka sial. Jadi 26 adalah dobel sial, kira-kira yg menganut klenik barat beranggapan seperti itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Tetapi ada yg lain. Bencana tidak semerta-merta terjadi sendiri. Tuhan penguasa tunggal semesta pastilah yang memutuskan kapan hal tersebut terjadi. Yang perlu diperhatikan adalah apa alasannya sehingga tuhan memutuskan bencana terjadi. Di Al Qur&#8217;an ada 114 surat. Surat ke-26 adalah As Syu&#8217;ara, yaitu sebuah surat yang berisi cerita sejarah, sejarah singkat para nabi-nabi terdahulu sebelum Muhammad SAW. Dan pada surat itu menceritakan tentang beberapa nabi yang diutus pada umatnya masing-masing yg pada ingkar pada Allah. Ending dari cerita nabi-nabi tersebut beserta umatnya adalah AZAB. Allah menimpakan azab pada umat-umat masing-masing nabi tersebut karena keingkarannya sudah kelewat parah. Nabi-nabi yg diceritakan dalam surah tersebut adalah Musa AS, yg berujung azab atas Fir&#8217;aun dan pasukannya. Kemudian Nuh AS, yg berakhir dengan azab berupa banjir bandang yg menghanyutkan umatnya. Kemudian kisah kaum Nabi Huud &amp; Nabi Saleh yg berakhir dengan pemusnaham massal atas kaum-kaum tersebut. Masih ada lagi, kisah kaum Nabi Syu&#8217;aib yg berujung bencana dahsyat yg menamatkan riwayat kaumnya. Tak ketinggalan pula kisah kaum Nabi Lut, kaum yg menyukai homoseks, tamat riwayatnya oleh azab yg berupa hujan batu dan dibenamkan ke dalam tanah yg sekarang jadi dasar Laut Mati. Tak tanggung-tanggung, istri beliau juga kena azab karena keingkarannya. Dalam surat itu dikatakan orang2 kafir tidak beriman sampai-sampai didatangkan azab yang pedih secara mendadak, dan mereka tidak sadar ketika azab diturunkan. Cocok dengan situasi sekarang ini, udah diazab berkali-kali dan secara mendadak, masih pada ingkar. Masih berani berkata dengan sombongnya bahwa itu semua adalah cobaan &amp; ujian bagi orang-orang beriman. Astaghfirullahhaladzim..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=324&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2010/10/30/angka-26-dalam-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e1/John_Martin_-_Sodom_and_Gomorrah.jpg/300px-John_Martin_-_Sodom_and_Gomorrah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">punishment</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia &amp; Kejatuhan Daulah Utsmaniyah</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2010/10/16/indonesia-kejatuhan-daulah-utsmaniyah/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2010/10/16/indonesia-kejatuhan-daulah-utsmaniyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 07:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[INDONesian Idiots]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[akhir khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[imf]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kolusi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[libralisme]]></category>
		<category><![CDATA[nepotisme]]></category>
		<category><![CDATA[ottoman empire]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[suap]]></category>
		<category><![CDATA[syariat islam]]></category>
		<category><![CDATA[turki utsmaniyah]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Kekhalifahan Utsmani (Ottoman Empire) pada tahun 1683 memiliki wilayah yang membentang masuk ke daratan Eropa, Afrika dan Asia, pada zamannya adalah kekaisaran terbesar dan terlama yang pernah ada dalam sejarah bumi modern. Kekhalifahan ini berdiri selama 625 tahun, sejak berdiri 1299 dan dijatuhkan pada 1923. Sumber kehancurannya terletak pada aspek produktivitas ekonomi bukan pada aspek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=314&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="ottoman empire coat of arms" src="http://muhara.files.wordpress.com/2010/10/ottoman_empire1.jpg?w=342&#038;h=399" alt="" width="342" height="399" /></p>
<p><em>Kekhalifahan Utsmani (Ottoman Empire) pada tahun 1683 memiliki wilayah yang membentang masuk ke daratan Eropa, Afrika dan Asia, pada zamannya adalah kekaisaran terbesar dan terlama yang pernah ada dalam sejarah bumi modern. Kekhalifahan ini berdiri selama 625 tahun, sejak berdiri 1299 dan dijatuhkan pada 1923. Sumber kehancurannya terletak pada aspek produktivitas ekonomi bukan pada aspek persenjataan dan ketentaraan.</em></p>
<p><em><span id="more-314"></span><br />
</em></p>
<p>Sejak penguasa pertama Utsmani pada tahun 1299 yang dikenal dengan Utsman I yang hanya menguasai daratan Anatolia yang berbatasan dengan kekaisaran Bizantium Romawi, Kekhalifahan ini bertambah besar dan ditakuti baik oleh barat maupun timur.</p>
<p>Khalifah legendaris adalah Muhammad Al-Fatih (Mehmed II) yang menaklukan Bizantium dengan sebuah persenjataan yang belum pernah dikenal saat itu. yaitu Meriam. Meriam diciptakan atas desain seorang insyiur bernama Urban dari Hongaria. Meriam tersebut memiliki panjang 27 kaki dengan diameter begitu besar sehinga seorang pria bisa masuk kedalamnya.</p>
<p>Sejarahwan mengatakan bukan karena dampak kerusakan dari meriam tersebut yang mampu menghancurkan benteng konstantin tetapi karena suara dari ledakan itu yang menggentarkan pasukan romawi timur ini yang akhirnya melarikan diri ke Rusia dan membentuk dinasti baru dengan nama Czar.</p>
<p>Kekhalifahan Utsmani bertambah luas dan perekonomiannya tak tertandingi pada saat zaman ke-emasan yang dipimpin oleh khalifah Sulaiman (Suleiman The Magnificient). Akan tetapi penggantinya merupakan penguasa yang tidak kompeten dan lalai dalam hal-hal penting dibidang perekonomian.</p>
<p>Sebagaimana dalam Buku Destiny Disrupted: A History of the World Through Islamic Eyes by Tamim Ansary, Published in the United State (2009) kita mengetahui bahwa dalam kekaisaran Utsmani terdapat serikat (assosiasi) perdagangan yang biasanya terkait dengan tarekat-tarekat sufi. Mereka mengendalikan semua manufaktur dan mereka melindungi anggota serikat dengan cara mengunci kompetisi. (Tamim; 362)</p>
<p>Biasa saja serikat-serikat ini mirip dengan kamar-kamar dagang yang ada didunia saat ini, mereka melindungi anggotanya dari kedatangan kompetitor baru yang lebih kuat.</p>
<p>Satu serikat ini memiliki monopoli atas produksi sabun, sementara serikat yang lain memiliki monopoli atas pembuatan sepatu akan tetapi serikat tidak bisa memanfaatkan posisi monopoli mereka untuk mendongkrak harga, karena negara menetapkan batas tentang berapa besar biaya yang bisa mereka berikan. (Kekhalifaan Utsmani dan wazirnya memiliki kewenangan mengatur harga yang wajar, ini mirip dengan sistem ekonomi terkontrol). Negara melindungi masyarakat dan serikat melindungi anggota mereka, segala sesuatunya seimbang mencapai equilibrium, semuanya berjalan.</p>
<p>Kemudian, orang barat yang dimotori oleh orang-orang venesia dan Italia masuk ke sistem itu. Mereka membuka hubungan diplomatik dan mendirikan kantor perwakilannya di Istanbul. Perdamaian terjadi saat itu. Mereka dikenal di Utsmani sebagai orang Dzimmi (orang kafir yang dalam perdamaian).</p>
<p>Orang-orang barat tidak bersaing dengan serikat dalam berusaha menjual sabun atau sepatu- negara tidak akan membolehkannya.</p>
<p>Mereka datang mencari barang untuk dibeli, terutama bahan baku seperti wol, daging, kulit, kayu, minyak, logam dan sejenisnya-apapun yang dapat mereka peroleh. Pemasok senang menjual kepada mereka dan bahkan negara tersenyum melihat perdagangan ini, karena hal itu membawa emas masuk kedalam kekhalifahan Utsmani.</p>
<p>Sayangnya, orang-orang Eropa Dzimmi itu mengejar bahan baku yang sama dengan yang diperlukan oleh serikat untuk menghasilkan produk mereka. Dan orang Eropa bisa membeli lebih banyak daripada serikat karena mereka memiliki emas-dari Benua baru yang mereka temukan yaitu Amerika-dalam kantong-kantong mereka, sementara serikat pekerja hanya mempunyai laba mereka yang dibatasi oleh kontrol harga pemerintah.</p>
<p>Mereka tidak bisa mengimbangi perbedaan itu dengan volume-dengan memproduksi dan menjual lebih banyak barang- karena mereka tidak bisa mendapatkan cukup bahan baku untuk meningkatkan produksi.</p>
<p>Dengan hadirnya orang asing yang mengisap habis wilayah-wilayah Utsmani dan mengirimkannya ke Eropa, para pengrajin di dunia Utsmani mulai merasakan dampak negatifmya, produksi dalam negeri perlahan-lahan anjlok.</p>
<p>Para pejabat Utsmani melihat masalah ini dan mengatasinya dengan melarang ekspor bahan baku strategis yang dibutuhkan industri dalam negeri. Tapi hukum jenis ini hanya membuka peluang black market (penyeludupan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Birokrat Pemakan Suap (rent seeking behavior)</strong></p>
<p>Ketika mengekspor wol dianggap kriminal, hanya penjahat saja yang akan mengekspor wol. ekonomi pasar gelap mulai berkembang sampai akhirnya terbentuklah kelas orang kaya baru dari perdagangan gelap. Mereka melakukan penyuapan kepada berbagai pejabat untuk melancarkan operasi mereka. Pada akhirnya peristiwa korupsi ini begitu marak sehingga para pejabat sekarang berubah menjadi orang kaya baru dari &#8220;pengusaha&#8221; yang lain.</p>
<p>Jadi, sekarang banyak orang yang memiliki uang ilegal yang tidak dihasilkan dari peningkatan produktivitas apapun. Itu adalah cash (uang tunai) yang dialirkan masuk ke kas ekonomi Utsmani oleh orang Eropa yang bebas berbelanja menggunakan emas dari Amerika.</p>
<p>Tapi kemana orang kaya baru warga Utsmani itu menghabiskan uangnya? Investasi di industri hilir tidak mungkin karena hal itu akan menarik perhatian tak diinginkan dari negara. Jadi mereka membelanjakannya untuk barang-barang mewah.</p>
<p>Di zaman Utsmani, ini mencakup barang-barang konsumen dari Eropa yang dapat diperoleh dengan uang tunai yang dibayarkan dibawah meja.</p>
<p>Tren yang menggerogoti kemampuan Utsmani untuk memproduksi barang-barang itu sendiri membuka pasar bagi industri Eropa dan akhirnya menguras emas kembali ke Eropa.</p>
<p>Uang tunai dari luar yang masuk ke sistem Utsmani ketika produksi mulai melorot kemudian menimbulkan inflasi: itulah yang terjadi bila jumlah uang lebih banyak daripada barang yang dapat dibeli.</p>
<p>Siapa yang dirugikan oleh inflasi? orang-orang yang berpendapatan tetap. di zaman Utsmani mereka yang berpendapatan tetap adalah birokrat yang digaji pemerintah dan lebih khususnya pejabat istana yang digaji&#8212;kelas atas yang membengkak namun sepenuhnya tidak produktif&#8211;.</p>
<p>Orang-orang kelas atas ini tidak menyukai inflasi. Inflasi membuat pejabat istana kaya yang hidup dengan gaji tetap harus mengencangkan ikat pinggang mereka dan mereka tidak dapat bersabar.</p>
<p>Mereka mulai menambah pendapatan dengan memegang satu-satunya instrumen yang mereka kuasai. apa yang dikontrol oleh para pejabat dan birokrat istana Utsmani? Akses kepada urusan administratif dan hukum negara.</p>
<p>Ketika orang tidak memiliki peran, kecuali untuk menyediakan akses, mereka tidak memiliki kekuatan kecuali dengan menghalangi akses. Pejabat istana dan birokrasi di Kerajaan Utsmani mulai untuk mencegah bukannya memfasilitasi&#8211; kecuali mereka diberi suap.</p>
<p>Kekaisaran Utsmani menjadi labirin dokumen-dokumen. Untuk menembus kedalamnya, seseorang perlu menyokong dengan orang-orang yang kenal dengan orang-orang yang bisa menyuap orang-orang yang bisa menyuap orang lain yang mengenal orang-orang penting. demikian seterusnya.</p>
<p>Untuk memerangi sumbatan ini, negara menaikkan gaji sehingga para pejabat dan birokrat istana tidak akan merasa perlu menerima suap.</p>
<p>Tetapi negara tidak punya sumber dana tambahan yang berdasarkan pada produktivitas riil, terutama dinasti Utsmani tidak lagi memperluas wilayahnya, tidak memiliki pendapatan yang biasanya mengalir kedalam pundi-pindi dari penaklukan. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan gaji, pensiun dan upah tentara kerajaan Utsmani harus mencetak uang. (Tamim; 365)</p>
<p>Mencetak uang mempertajam inflasi. semua yang dilakukan kekhilafahan Utsmani untuk menghentikan korupsi dan meningkatkan efisiensi hanya memperburuk masalah. Akhirnya, pejabat pemerintah menyerah dan memutuskan menyewa konsultan untuk datang dan membantu mereka mengatur segalanya.</p>
<p>Para penasehat yang mereka sewa adalah konsultan manajemen dan ahli teknis dari benua yang tampaknya tahu caranya: Eropa barat. Kebanyakan mereka adalah yahudi yang mampu berbicara arab.</p>
<p>Mungkin beberapa eksekutif brilian bisa melakukan sesuatu tentang kekacauan yang mengantarkan elite Utsmani ke dalam keadaaan negara yang menyedihkan ini akan tetapi kekuasaaan keluarga dan pejabat Utsmani telah menjadi begitu berat dan kurang produktif sampai menyerupai raksasa cacat yang dipikul dipunggung seluruh masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pelajaran Penting untuk Indonesia</strong></p>
<p>Perekonomian Indonesia di era pemerintahan SBY II telah sangat identik dengan kondisi ekonomi Utsmani menjelang bubarnya kekhilafahan. Betapa tidak, pembangunan negara tidak didukung dengan produktivitas yang memadai. Biaya pembangunan publik didanai oleh dana pinjaman, mencetak uang dan pajak yang memberatkan. Universitas dibiayai dengan mutual fund world bank yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu. Infrastuktur dan Sistem transportasi yang harusnya diperbaiki untuk memacu produktifitas malah dibiarkan idle sebagai proyek mati hanya diatas kertas.</p>
<p>Angka koefisien TFP (Total Faktor Produksi) yang menggambarkan seberapa besar produktifitas sebuah negara Indonesia hanya sebesar 0.16 dibandingkan China yang mencapai angka 13.2 pada tahun 2009.</p>
<p>Beban ekonomi atas birokrasi menjadi berkali-kali lipat daripada orde baru. Lahirnya komisi-komisi seperti Kompolnas, Komnas Ham, UPK3R, Satgas Mafia Hukum, Dewan Energi, Dewan Pers, Komite Ekonomi Nasional, Komite Inovasi Nasional, Komisi Yudisial dan banyak lainnya menambah beban APBN yang tidak sedikit sementara produktifitas dan efisiensi birokrasi makin parah. Apa guna komisi tersebut selain menampung para pengangguran politik dan mantan pejabat.</p>
<p>Korupsi, suap, uang pelicin dengan segala pembenarannya merajalela pasca reformasi. debottlenecking dalam administrasi perizinan usaha semakin dipersulit dan berlarut-larut terutama setelah otonomi daerah.</p>
<p>Sementara itu, tidak sedikit konsultan asing yang disewa untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia, dan yang terakhir seorang &#8220;asing&#8221; diundang dan dibayar mahal masuk dalam istana dalam presidential&#8217;s lecture untuk menyelesaikan persoalan mendasar bangsa seolah-olah dia tau banyak tentang masalah kita.</p>
<p>Kerusuhan dan perkelahian antar warga menjadi-jadi, perebutan kekuasaan melalui pilkada diakhiri dengan kerusakan kantor pemerintahan. Partai politik berjumlah 42 buah dianggap juga kurang aspiratif dan Akhirnya Indonesia pelan tapi pasti sedang menuju kehancurannya.</p>
<p>Tentu kita tidak menghendaki yang demikian, solusi yang terbaik adalah pemerintah melakukan apa yang kenal sebagai &#8220;politik ekonomi&#8221; yaitu menetapkan pembangunan yang mengarahkan pada produktifitas, mengefisiensikan birokrasi dan meredam ketegangan dengan memberikan keteladan oleh para pemimpinnya. Itulah pekerjaan rumah yang ada didepan kita.</p>
<p><em>Penulis adalah analis senior pada Institute of Banking and Financial Studies (IBAFIS).Opini penulis mencerminkan pendapat pribadi dan bukan institusi.&#8211; HIDAYAT MPP</em></p>
<p><em>Oleh <strong>Achmad Nur Hidayat MPP*</strong>Alumnus Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singaporedan Tsinghua University, Beijing China</em></p>
<p>forward dari http://www.eramuslim.com/berita/analisa/sumber-kehancuran-kekhalifahan-utsmani-sebuah-analisis-keekonomian.htm</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/314/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=314&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2010/10/16/indonesia-kejatuhan-daulah-utsmaniyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhara.files.wordpress.com/2010/10/ottoman_empire1.jpg?w=257" medium="image">
			<media:title type="html">ottoman empire coat of arms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stupid Selametan</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2010/09/22/stupid-selametan/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2010/09/22/stupid-selametan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 04:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[4 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[7 bulan]]></category>
		<category><![CDATA[abangan]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[khurafat]]></category>
		<category><![CDATA[mitoni]]></category>
		<category><![CDATA[ngapati]]></category>
		<category><![CDATA[rasa syukur]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[selamatan]]></category>
		<category><![CDATA[selamatan kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tingkeban]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah istri saya hamil, insyaAllah November nanti bertepatan usia kehamilannya yg ke-4 bulan. Bulan November tersebut bertepatan dengan bulan Dzulhijah 1431 AH. Rencananya, saya akan membeli seekor wedhus untuk hari raya qurban tgl 10 Dzulhijah 1431 AH. Usia 4 bulan kehamilan ini oleh kaum penganut kejawen dan penggemar islam-tradisionalis diselametin. Katanya ini sebagai rasa syukur, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=301&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah istri saya hamil, insyaAllah November nanti bertepatan usia kehamilannya yg ke-4 bulan. Bulan November tersebut bertepatan dengan bulan Dzulhijah 1431 AH. Rencananya, saya akan membeli seekor <em>wedhus </em>untuk hari raya qurban tgl 10 Dzulhijah 1431 AH. Usia 4 bulan kehamilan ini oleh kaum penganut kejawen dan penggemar islam-tradisionalis diselametin. Katanya ini sebagai rasa syukur, tolak bala, permohonan doa sampe sedekah. <span id="more-301"></span></p>
<p>Karena sebagian besar anggarannya sudah untuk beli wedhus, dan sebagian lainnya unutk biaya periksa kesehatan istri &amp; anak saya, maka nggak ada untuk selametan 4 bulanan itu. Untuk yg 7 bulanan juga insyaAllah nggak ada, alasan saya, masih soal anggaran. Duitnya rencananya saya pakai untuk biaya persalinan, membeli perlengkapan bayi dll yg masih banyak lainnya.</p>
<p>Soal ini sudah molai saya sosialisasikan kepada mertua secara perlahan. Dan.. seperti yg sudah diduga, ada tanda-tanda resistensi dari mertua. Kalo ortu saya sendiri sih insyaAllah terserah saya saja. Berbagai alasan diungkapkan oleh mertua, yg sedekahlah, yg perbuatan baiklah, yg doa lah, biar ga disangka pelit sama tetangga, dll. Memang sih itu baik, tetapi kenapa kalo pingin sedekah harus nunggu 4 bulan kehamilan istri?Mengapa kalo memohon doa harus saat kehamilan istri 4 or 7 bulan? Begitu pula untuk doa-doa untuk tujuan lainnya, kenapa harus nunggu usia kehamilan istri 4 dan 7 bulan ? Kalopun tetangga bilang pelit karena kita ga ngadain selametan itu berarti mereka cuman mau makanannya saja, ini artinya juga sama dengan meminta sedekah (kalo kata &#8216;mengemis&#8217; dianggap terlalu halus).</p>
<p>Kehamilan seorang istri adalah selama 9an bulan. Buuaaanyyaakkk amalan baik yg bisa dilakukan dalam 9 bulan itu. Pengungkapan rasa syukur ga mesti lewat selametan. Bisa solat malem (kalo mau semalam suntuk), puasa Daud or senin-kamis. Allah SWT juga ga mbedain untuk siapa pemberian sedekah kita, asal hati ikhlas. Kalo soal komentar orang,&#8230; ya.. kita harus selektif, mana yg harus + perlu didengar, mana yg cuman sekedar &#8216;suara radio rusak&#8217; yg ga perlu didengerin. Selametan ini ga dituntunkan dalam Islam. Dengan demikian saya tidak menganggap untuk perlu menggelarnya. Lagian, ga mengadakan selametan juga ga jaminan bakal terkena efek buruk. Saya terang-terangan pernah lihat buktinya. Teman saya, istrinya sewaktu hamil ga ada selametan aneh-aneh dan macem-macem. Si bayi lahir normal, skr hidup sehat dan ibunya kerterima PNS.</p>
<p>Membuat orang tua/mertua ngerti memang susah, apalagi di sekelilingnya para penganut islam abangan &amp; kejawen. So, kalo bilang ini ga dituntunkan dalam Islam malah akan memicu perdebatan lain yg ga perlu karena mindsetnya sudah beda. Jadi inget ketika Nabi Muhammad SAW menemui sepupu Khaidjah r.a bt Khuwailid,Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza yg beragama nasrani. Ketika itu Nabi menanyakan sosok yg menemuinya di gua Hira, yg menyuruhnya untuk mengucap &#8216;Iqra&#8217;. Ketika itu Waraqah sudah tua dan buta.</p>
<blockquote><p><em>Kata Khajdijah, “Hai sepupuku! dengarlah kata sepupumu (Muhammad) ini!” Waraqah bertanya kepada Nabi SAW., “Hai sepupuku! Apa yang kau alami?&#8221; Rasulullah menuturkan kepada Waraqah apa yang telah beliau alami, lalu Waraqah mengatakan kepada beliau, “Dia itu An-Namus (Jibril) yang juga telah diutus oleh Allah kepada Nabi Musa. Betapa seandainya aku masih muda, tidak buta dan masih hidup ketika nanti kaummu mengusirmu!” Rasulullah SAW, bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab, “Ya. Tidak ada laki-laki yang menyampaikan wahyu seperti yang kau bawa ini melainkan akan dimusuhi. Seandainya saja aku masih hidup ketika nanti kau diusir, niscaya aku akan membelamu dengan segenap kemampuanku”</em>.</p></blockquote>
<p>Memang, jangankan berdakwah, melaksanakan kehidupan sendiri sesuai sunnah aja sudah dikomentari, dicaci,  ditentang bahkan oleh keluarga sendiri. Teringat kisah tsb, saya insyaAllah siap mental &amp; fisik. Tapi saya yakin akan ada pertolongan dari Allah, karena itu telah dijanjikannya. Meskipun demikian, ngadain or ga ngadain selametan untuk anak saya adalah otoritas saya sbg kepala keluarga. So&#8230; apapun kata mertua, apapun rasan-rasan tetangga, tutup kuping mode on : no stupid selametan by me !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=301&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2010/09/22/stupid-selametan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apasih Wahabi(sme) ?</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2010/09/17/apasih-wahabisme/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2010/09/17/apasih-wahabisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 08:37:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[allah swt]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>
		<category><![CDATA[wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[wahabisme]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad bin abdul wahab]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah wal jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[salafush shalih]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, 1418 tahun bulan sejak Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam menerima wahyu pertama kalinya, perang terhadap syirik &#38; bid&#8217;ah masih belum selesai. Dakwah tauhid selalu menghadapi penentangan keras di seluruh penjuru bumi. Ajakan kepada ajaran Qur&#8217;an &#38; sunnah selalu ditentang bahkan oleh sebagian muslim lainnya (tentu saja pemahaman golongan ini terhadap islam tidaklah sempurna), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=297&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, 1418 tahun bulan sejak Nabi Muhammad <em>Salallahu Alaihi Wassalam</em> menerima wahyu pertama kalinya, perang terhadap syirik &amp; bid&#8217;ah masih belum selesai. Dakwah tauhid selalu menghadapi penentangan keras di seluruh penjuru bumi. Ajakan kepada ajaran Qur&#8217;an &amp; sunnah selalu ditentang bahkan oleh sebagian muslim lainnya (tentu saja pemahaman golongan ini terhadap islam tidaklah sempurna), terutama yang paling senang mempraktekkan amalan bid&#8217;ah dan kemusyrikan. Gerakan permurnian akidah ini sejak pertama kali kemunculannya sekitar seratusan tahun yang lalu (di Indonesia) selalu dicap negatif oleh para pecandu bid&#8217;ah dan kemusyrikan.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://muslim.or.id/wp-content/uploads/2010/06/realisasi-tauhid.jpg" alt="" width="384" height="240" /></p>
<p><span id="more-297"></span></p>
<p>Salah satu cap negatif yg dituduhkan oleh para ahli bid&#8217;ah &amp; syirik ini adalah &#8216;wahabi&#8217; ataupun &#8216;wahabisme&#8217; apasih sebenernya? Masyarakat yg tidak tahu menahu ikut-ikutan memberi cap buruk ini dari pada mencari ilmu tentang bagaimana seharusnya beribadah yang benar. Berikut ini penjelasan tentang hal tersebut yang penulis riwayatkan dari situs <a href="http://www.muslim.or.id/" target="_blank">http://www.muslim.or.id/</a></p>
<blockquote><p>&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Tersebar isu bahwa aksi teroris dikaitkan dengan kelompok Islam tertentu yang mereka sebut dengan kelompok wahabi. Pengkaitan aksi terorisme dengan kelompok wahabi merupakan bola api liar yang sangat berbahaya dan bisa mengenai siapa saja yang memperjuangkan pemurnian Islam. Sehingga saling lempar tuduhan, bahkan ada yang menyatakan bahwa kelompok teroris adalah mereka yang suka membid’ahkan kelompok lain maka hal ini bisa mengenai organisasi <a href="http://www.muhammadiyah.or.id/" target="_blank">Muhammadiyah</a>, al-Irsyad, Persis atau kelompok mana saja yang memperjuangkan kemurnian ajaran Islam.</p>
<p>Sebenarnya, Wahabi merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad kedua hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -ed), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam.</p>
<p>Untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (<a title="Wahabi versus terorisme" href="http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html">Wahabi</a>) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam. Karena dakwah beliau sanggup merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwah beliau dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam. Contohnya Inggris mengulirkan isue wahabi di India, Prancis menggulirkan isu wahabi di Afrika Utara, bahkan Mesir menuduh semua kelompok yang menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi, Italia juga mengipaskan tuduhan wahabi di Libia, dan Belanda di Indonesia, bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi. Semua itu, mereka lakukan karena mereka sangat ketakutan terhadap pengaruh murid-murid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing negeri Islam.</p>
<p>Tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada dakwah beliau hanya didasari tiga faktor:</p>
<ol>
<li>Tuduhan itu berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan kebenaran, yang hak dikatakan bathil dan sebaliknya, keyakinan mereka bahwa mendirikan bangunan dan masjid di atas kuburan, berdoa dan meminta bantuan kepada mayit dan semisalnya termasuk bagian dari ajaran Islam. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dianggap membenci orang-orang shalih dan para wali.</li>
<li>Mereka berasal dari kalangan ilmuwan namun tidak mengetahui secara benar tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwahnya, bahkan mereka hanya mendengar tentang beliau dari pihak yang sentimen dan tidak senang Islam kembali jaya, sehingga mereka mencela beliau dan dakwahnya sehingga memberinya sebutan Wahabi.</li>
<li>Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas karena dakwah tauhid masuk wilayah mereka, yang akhirnya menumbangkan proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.</li>
</ol>
<p>Dan barangsiapa ingin mengetahui secara utuh tentang pemikiran dan ajaran Syaikh Muhammad maka hendaklah membaca kitab-kitab beliau seperti <em>Kitab Tauhid</em>, <em>Kasyfu as-Syubhat</em>, <em>Usul ats-Tsalatsah</em> dan <em>Rasail</em> beliau yang sudah banyak beredar baik berbahasa arab atau Indonesia.</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ustadz Zainal Abidin, Lc.</p>
<p>Artikel ini sebelumnya dipublikasikan oleh Koran Republika, edisi Selasa, 25 Agustus 2009</p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a title="Wahabi versus terorisme" href="http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html">muslim.or.id</a> dengan penambahan beberapa catatan kecil.</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=297&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2010/09/17/apasih-wahabisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muslim.or.id/wp-content/uploads/2010/06/realisasi-tauhid.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hisab &amp; Rukyat.. Manakah Yang Tepat ?</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2010/09/14/hisab-rukyat-manakah-yang-tepat/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2010/09/14/hisab-rukyat-manakah-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 04:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[hisab]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa arafah]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[rukyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali mendekati hari besar Islam, khususnya awal &#38; akhir Ramadhan, Idul Fitri &#38; Idul Adha, umat muslim banyak yang masih berselisih mana yang tepat digunakan untuk penentuan waktu-waktu atas hari besar tersebut. Sebagian berpendapat bahwa melihat hilal (rukyat)  adalah yang paling tepat alias paling nyunnah. Sebagian yang lain menyatakan bahwa hisab (perhitungan) atas peredaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=285&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://muhara.files.wordpress.com/2010/09/mars-bino.png?w=482&#038;h=368" alt="" width="482" height="368" /></p>
<p>Setiap kali mendekati hari besar Islam, khususnya awal &amp; akhir Ramadhan, Idul Fitri &amp; Idul Adha, umat muslim banyak yang masih berselisih mana yang tepat digunakan untuk penentuan waktu-waktu atas hari besar tersebut. Sebagian berpendapat bahwa melihat hilal (rukyat)  adalah yang paling tepat alias paling <em>nyunnah</em>. Sebagian yang lain menyatakan bahwa <em>hisab</em> (perhitungan) atas peredaran benda langit, bulan, tidak salah diterapkan karena mempunyai dasar juga. Meskipun demikian, tidak sedikit umat Islam yang bersikap tidak dewasa dengan saling menyalahkan. Momen Ramadhan &amp; Idul Fitri 1431 AH belum lama berlalu, dan saya kira persoalan mengenai hal ini selalu <em>up to date</em> untuk dibahas kapan saja.</p>
<p><span id="more-285"></span>Dasar hukum penentuan awal &amp; akhir Ramadhan, adalah hadist Nabi Salallahu Alaihi Wassalam yg berbunyi :</p>
<p>&#8220;Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal bulan Ramadhan) dan berbukalah (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan menaungi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya&#8217;ban menjadi 30 hari&#8230;&#8221;<br />
(Shahiih al-Bukhari III/24 &amp; Shahiih al-Muslim III/122) &#8230;. (1)</p>
<p>&#8220;Dari Abdullah bin Umar r.a, &#8216;Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf, tidak dapat menulis dan tidak pernah menghisab (tidak mengetahui cara menghisab), jumlah hari-hari dalam sebulan adalah begini dan begini (sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya, maksudnya 29 dan 30 hari).&#8217; &#8220;<br />
(Shahih al-Bukhari III/25 dan Shahiih Muslim III/124) &#8230;(2)</p>
<p>Selain itu ada lagi, Allah SWT dalam berkata :</p>
<p>&#8220;Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa&#8221;.[Baqarah: 185]</p>
<p>dan,</p>
<p>&#8220;Dan sekali-kali Dia tidak menjadikan untukmu dalam agama suatu kesempitan&#8230;&#8221;[Al-Hajj: 78]</p>
<p>Perihal melihat / rukyatul hilal telah jelas pada hadist tersebut diatas no.1. Yang banyak diperdebatkan adalah hadist yg nomor 2. Syaikhul Islam Ibn Taimiyah mengatakan bahwa,</p>
<p>&#8230;.. bahwa sabda beliau Shallallahu &#8216;aliahi wa sallam : &#8220;Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf, tidak dapat menulis dan tidak pernah menghisab (tidak mengetahui ilmu perbintangan),&#8221; merupakan berita yang mengandung larangan, di mana beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memberitahukan bahwa umat yang mengikutinya adalah umat yang tidak dapat menulis dan tidak mengetahui ilmu perbintangan, sehingga penulisan dan ilmu perbintangan (yg sering digunakan untuk tujuan untuk bertahayul, meramal nasib dll) yang disebutkan itu dilarang&#8230;&#8221;</p>
<p>Dan masih banyak lagi pendapat ulama yg membantah soal hisab.</p>
<p>Nah&#8230; sejauh mana para ulama yg memahami bahwa hisab dibolehkan tentunya tidak pula secara ngawur menetapkan hal tersebut. Di Indonesia, banyak ulama yg menetapkan waktu-waktu tersebut berdasar hisab. Diantara mereka tergabung dalam <a href="http://www.muhammadiyah.or.id/" target="_blank">ormas Muhammadiyah</a>, ormas Islam tertua di Indonesia. Selain itu adalah Persatuan Islam. Tidaklah mungkin mereka menetapkan hukum secara ngawur (meninggalkan sunnah dari Nabi SAW). Menurut Muhammadiyah, yg <a href="http://www.muhammadiyah.or.id/Artikel/sekali-lagi-mengapa-menggunakan-hisab.html" target="_blank">dilansir di situs resminya</a>, hadist no.2 tsb dapat ditafsirkan sebaliknya (dari pendapat ibn Taimiyah). Dengan mengacu pada Al Qur&#8217;an surah 62 ayat 2,</p>
<div id="_mcePaste">“Dia-lah yang telah mengutus kepada kaum yang ummi seorang rasul dari kalangan mereka sendiri untuk membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan kebijaksanaan. Sesungguhnya mereka sebelum itu benar-benar dalam kesesatan yang nyata”</div>
<p>Muhammadiyah mengatakan bahwa ketika ilmu pengetahuan dan kemampuan perhitungan astronomi (peredaran benda langit) serta kebijaksanaan telah dimiliki kaum muslim, <a href="http://www.muhammadiyah.or.id/Artikel/sekali-lagi-mengapa-menggunakan-hisab.html">maka hisab hendaknya digunakan</a>, karena menurut QS 62:2 tersebut hukum keadaan ummi berbeda dengan hukum keadaan telah mengetahui baca-tulis, perhitungan dan kebijaksanaan. Selain itu, Muhammadiyah berpendapat bahwa Al Qur&#8217;an itu mengandung semangat <em>hisab, </em>menurut QS 103:1-3,  55:5 &amp; 10:5 . Adapun pendapat Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah tidaklah salah, karena penerapan ilmu perhitungan (meski bukan untuk meramal) yg <em>sophisticated</em> bagi orang-orang yg buta masalah iptek malah berpotensi menimbulkan perselisihan.</p>
<p>Lalu bagaimana kaum muslim menyikapinya? Hisab &amp; rukyat menurut ulama sama-sama dapat dipertanggung jawabkan. Teknologi yang dimiliki manusia saat ini memungkinakan <em>hisab</em> dapat digunakan untuk keseragaman waktu ibadah di berbagai tempat yg terpisah jarak yg teramat jauh. Oleh karena itu saling menyalahkan adalah bentuk ketidak dewasaan yang berakhir dengan perpecahan. Pendapat penulis pribadi, metode yg ideal mengenai penentuan waktu ini adalah kombinasi keduanya, melakukan hisab dan juga melakukan rukyatul hilal. Meskipun demikian, kebenaran hanya ada pada sisi Allah semata. Islam agama yg mudah, Allah meminta kita mengantisipasi perselisihan dengan mengembalikan masalah kepada Dia &amp; RosulNya. Jadi meskipun hisab dikatakan rumit, akan menjadi mudah jika meyakini hisab tersebut suatu yg benar (bagi yg mau meyakininya). Wallahu a&#8217;lam bishawab.</p>
<p>Referensi :</p>
<p><a href="http://www.muhammadiyah.or.id/Artikel/sekali-lagi-mengapa-menggunakan-hisab.html">http://www.muhammadiyah.or.id/Artikel/sekali-lagi-mengapa-menggunakan-hisab.html</a></p>
<p><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2497/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2497/slash/0</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=285&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2010/09/14/hisab-rukyat-manakah-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhara.files.wordpress.com/2010/09/mars-bino.png?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dan&#8230; NU Pun Mengecam Tahlilan Untuk Selamatan Kematian</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2010/09/07/dan-nu-pun-mengecam-tahlilan-untuk-selamatan-kematian/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2010/09/07/dan-nu-pun-mengecam-tahlilan-untuk-selamatan-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 02:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[1000 hari]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[mahzab syafii]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[selamatan]]></category>
		<category><![CDATA[selamatan 40 hari]]></category>
		<category><![CDATA[shadaqah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[tahlilan]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Gambaran umum tentang NU &#38; simpatisan dan pengikut organisasi NU, ormas Islam terbesar di bumi Nusantara ini, salah satunya identik dengan ibadah tahlilan dalam rangka selamatan kematian 3,7,40,100 dan 1000 hari yg banyak kita temui. Apakah aktifitas ini disyariatkan dalam Islam? Kalo dicari, dilacak &#38; ditelusuri dalilnya, maka akan ditemukan berbagai dalil yg kontradiktif dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=279&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://www.muslimdaily.net/berita/nu.jpg" alt="" width="448" height="301" /></p>
<p>Gambaran umum tentang NU &amp; simpatisan dan pengikut organisasi NU, ormas Islam terbesar di bumi Nusantara ini, salah satunya identik dengan ibadah tahlilan dalam rangka selamatan kematian 3,7,40,100 dan 1000 hari yg banyak kita temui. Apakah aktifitas ini disyariatkan dalam Islam? Kalo dicari, dilacak &amp; ditelusuri dalilnya, maka akan ditemukan berbagai dalil yg kontradiktif dengan kondisi yg saat ini terjadi di masyarakat, molai dari Al Qur&#8217;an, hadist Nabi, teori &amp; fatwa yg dikemukakan ulama-ulama besar seperti Imam Syafi&#8217;i, Syaikhul Islam Imam Nawawi, ormas Muhammadiyah dan&#8230;&#8230; bahkan ulama NU sendiri. Khusus untuk yg terakhir disebut entah mengapa fatwa tersebut tidak tersosialisasi dengan benar. Kebanyakan orang-orang &amp; simpatisan NU pun mengklaim bahwa aktifitas-aktifitas itu bernilai pahala, bahkan tidak sedikit yg menganggap itu sunnah. Padahal, sejak awal kelahiran organisasi NU, aktifitas-aktifitas itu telah dikecam oleh ulama-ulama NU sendiri.</p>
<p>Berikut ini adalah kecaman tersebut :</p>
<p><span id="more-279"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>MUKTAMAR I NAHDLATUL ULAMA (NU)</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TENTANG </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KELUARGA MAYIT MENYEDIAKAN MAKAN KEPADA PENTAKZIAH</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>TANYA :</strong></p>
<p>Bagaimana hukumnya keluarga mayat menyediakan makanan untuk hidangan kepada mereka yang datang berta’ziah pada hari wafatnya atau hari-hari berikutnya, dengan maksud bersedekah untuk mayat tersebut? Apakah keluarga memperoleh pahala sedekah tersebut?</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>JAWAB :</strong></p>
<p><strong>Menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh itu hukumnya <span style="text-decoration:underline;">MAKRUH</span>, apabila harus dengan cara berkumpul bersama-sama dan pada hari-hari tertentu, sedang hukum makruh tersebut tidak menghilangkan pahala itu</strong>. <strong>[1]</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KETERANGAN : </strong></p>
<p>Dalam kitab <strong><em>I’anatut Thalibin</em></strong> <strong><em>Kitabul Janaiz</em></strong>:</p>
<p><em>“<strong>MAKRUH</strong> hukumnya bagi keluarga mayit ikut duduk bersama orang-orang yang sengaja dihimpun untuk berta’ziyah dan membuatkan makanan bagi mereka, sesuai dengan hadits riwayat Ahmad dari Jarir bin Abdullah al Bajali yang berkata: ”kami menganggap berkumpul di (rumah keluarga) mayit dengan menyuguhi makanan pada mereka, setelah si mayit dikubur, itu sebagai bagian dari <strong>RATAPAN ( YANG DILARANG )</strong>.”</em></p>
<p>Dalam kitab <strong><em>Al Fatawa Al Kubra</em></strong> disebutkan :</p>
<p><em>“Beliau ditanya semoga Allah mengembalikan barokah-Nya kepada kita. Bagaimanakah tentang hewan yang disembelih dan dimasak kemudian dibawa di belakang mayit menuju kuburan untuk disedekahkan ke para penggali kubur saja, dan<strong>tentang yang dilakukan pada hari ketiga kematian dalam bentuk penyediaan makanan untuk para fakir dan yang lain, dan demikian halnya yang dilakukan pada hari ketujuh,</strong>serta yang dilakukan pada genap sebulan dengan pemberian roti yang diedarkan ke rumah-rumah wanita yang menghadiri proses ta’ziyah jenazah.</em></p>
<p><em>Mereka melakukan semua itu tujuannya hanya sekedar melaksanakan kebiasaan penduduk setempat sehingga bagi yang tidak mau melakukannya akan dibenci oleh mereka dan ia akan merasa diacuhkan. Kalau mereka melaksanakan adat tersebut dan bersedekah tidak bertujuan (pahala) akhirat, maka bagaimana hukumnya, boleh atau tidak? Apakah harta yang telah ditasarufkan, atas keingnan ahli waris itu masih ikut dibagi/dihitung dalam pembagian tirkah/harta warisan, walau sebagian ahli waris yang lain tidak senang pentasarufan sebagaian tirkah bertujuan sebagai sedekah bagi si mayit selama satu bulan berjalan dari kematiannya. Sebab, tradisi demikian, menurut anggapan masyarakat harus dilaksanakan seperti “wajib”, bagaimana hukumnya.”</em></p>
<p>Beliau menjawab bahwa semua yang dilakukan sebagaimana  yang  ditanyakan  di atas  termasuk        <strong><span style="text-decoration:underline;">BID’AH YANG TERCELA</span></strong> tetapi tidak sampai haram (alias makruh), kecuali (bisa haram) jika prosesi penghormatan pada mayit di rumah ahli warisnya itu bertujuan untuk “meratapi” atau memuji secara berlebihan (<em>rastsa</em>’).</p>
<p>Dalam melakukan prosesi tersebut, ia harus bertujuan untuk menangkal<strong><span style="text-decoration:underline;">“OCEHAN” ORANG-ORANG BODOH</span> </strong>(<em>yaitu orang-orang yang punya adat  kebiasaan menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh, dst-penj</em>.), agar mereka tidak menodai kehormatan dirinya, gara-gara<strong>ia tidak mau</strong> melakukan prosesi penghormatan di atas. Dengan sikap demikian, diharapkan ia mendapatkan pahala setara dengan realisasi perintah Nabi r terhadap seseorang yang batal (karena hadast) shalatnya untuk menutup hidungnya dengan tangan (seakan-akan hidungnya keluar darah). Ini demi untuk menjaga kehormatan dirinya, jika ia berbuat di luar kebiasaan masyarakat.</p>
<p>Tirkah tidak boleh diambil / dikurangi seperti kasus di atas. Sebab tirkah yang belum dibagikan mutlak harus disterilkan jika terdapat ahli waris yang <em>majrur ilahi</em>. Walaupun ahli warisnya sudah pandai-pandai, tetapi sebagian dari mereka tidak rela (jika tirkah itu digunakan sebelum dibagi kepada ahli waris).</p>
<p><strong>SELESAI, KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926</strong></p>
<p>§   <strong>REFERENSI </strong><em>:  Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M)</em>, halaman 15-17), Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif  wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.</p>
<p><em> </em></p>
<p>§   <strong>CATATAN :</strong> Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa bacaan atau amalan yang pahalanya dikirimkan/dihadiahkan kepada mayit adalah tidak dapat sampai kepada si mayit.<em> </em><strong>Lihat:</strong><em> Imam an-Nawawi dalam </em>Syarah Muslim<em> 1 : 90 dan </em>Takmilatul Majmu’ Syarah Muhadzab<em> 10:426, </em>Fatawa al-Kubro<em> (al-Haitsami) 2:9, </em>Hamisy al-Umm<em>(Imam Muzani) 7:269, </em>al-Jamal<em> (Imam al-Khozin) 4:236, </em>Tafsir Jalalain<em> 2:19 </em>Tafsir Ibnu Katsir<em> ttg QS. An-Najm : 39, dll.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Imam An-Nawawi</strong> <strong>رحمه الله</strong> berkata di dalam <em>Syarah Muslim</em> 1: 90:</p>
<p>&#8220;Adapun bacaaan Al-Qur&#8217;an (yang pahalanya dikirimkan kepada mayit), maka yang mashyur dalam madzhab Syafi&#8217;i, adalah <strong>tidak dapat sampai kepada mayit yang dikirimi</strong>. Adapun dalil Imam Syafi&#8217;i dan pengikutnya adalah firman Allah QS.An-Najm : 39: <em>&#8220;Dan seseorang tidak akan memperoleh, melainkan pahala usahanya sendiri&#8221;</em> dan sabda Rasulullah r, <em>&#8220;Apabila manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amal usahanya, kecuali tiga hal yaitu: sedakah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang berdoa untuknya.&#8221;</em></p>
<p><strong>Lihat juga:</strong> <em>Raudhatut Thalibin</em>, Imam An-Nawawi 2:145, <em>Mughnil Muhtaj</em> 1: 268, <em>Hasyiyatul Qalyubi</em> 1: 353, <em>Al-Majmu&#8217; Syarah Muhadzab</em> 5: 286, <em>Al- Fiqhu Alal Madzahibil Arba&#8217;ah</em> 1:539<em>, Fathul Qadir</em> 2:142<em>, Nailul Authar </em>4:148<em>. </em>Berkata <strong>Imam Asy-Syafi’i</strong><strong> </strong> <strong>رحمه الله</strong>di dalam <em>Al-Umm</em> 1: 248:</p>
<p>&#8220;Aku <strong>membenci <em>ma&#8217;tam</em></strong>, yaitu berkumpul-kumpul (di rumah keluarga mayit), meskipun di situ tidak ada tangisan, karena hal itu malah akan menimbulkan kesedihan baru.&#8221;</p>
<p><em> </em></p>
<p>Lebih lanjut di Kitab <strong><em>I&#8217;anatut Thalibin, Syarah Fathul Mu&#8217;in</em>, juz 2, hal.145</strong> disebutkan:</p>
<p>“Ya, apa yang dikerjakan orang, yaitu berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayit dan dihidangkannya makanan untuk itu, adalah termasuk <strong>BID&#8217;AH MUNGKARAT</strong> yang bagi orang yang memberantasnya akan diberi pahala.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=279&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2010/09/07/dan-nu-pun-mengecam-tahlilan-untuk-selamatan-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.muslimdaily.net/berita/nu.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mau Perang Dengan Malay? Udah Nasionaliskah Bangsa Ini?</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2010/08/31/mau-perang-dengan-malay-udah-nasionaliskah-bangsa-ini/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2010/08/31/mau-perang-dengan-malay-udah-nasionaliskah-bangsa-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 03:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[INDONesian Idiots]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indon]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[konfrontasi]]></category>
		<category><![CDATA[malay]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[perbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[tki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Kemaren ketika fesbukan nemu artikel yg ditag sama temen yg dulu sekampus. Cukup inspiratif. Sebaiknya orang-orang Indonesia yg nggak berfikir panjang yg bisanya cuman ngotot mau perang membaca ini. Maaf, Saya Cinta Malaysia! REP Yusran Darmawan&#124; 29 Agustus 2010 &#124; 05:42 1226875 dari 10 Kompasianer menilai Inspiratif. Dari   http://politik.kompasiana.com/2010/08/29/maaf-saya-cinta-malaysia/ SEBUAH bendera Malaysia disobek. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=276&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemaren ketika fesbukan nemu artikel yg ditag sama temen yg dulu sekampus. Cukup inspiratif. Sebaiknya orang-orang Indonesia yg nggak berfikir panjang yg bisanya cuman ngotot mau perang membaca ini.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://politikana.com/images/small/indonesia-vs-malaysia.jpg" alt="" width="207" height="232" /></p>
<p>Maaf, Saya Cinta Malaysia!<br />
REP Yusran Darmawan| 29 Agustus 2010 | 05:42</p>
<p><span id="more-276"></span><br />
1226875 dari 10 Kompasianer menilai Inspiratif.</p>
<p>Dari   http://politik.kompasiana.com/2010/08/29/maaf-saya-cinta-malaysia/</p>
<p>SEBUAH bendera Malaysia disobek. Dalam sebuah demonstrasi yang saya saksikan di televisi, bendera itu disobek-sobek di tengah teriakan dan sorai yang membahana. Bendera, simbol sebuah negeri, telah dirobek sebagai pertanda kebencian yang diteriakkan dengan suara keras. Tak cukup dengan itu, kotoran binatangpun ikut dilemparkan ke kantor Kedutaan Malaysia. Negeri ini sedang dicekam kemarahan. Semua orang meradang. Mulai dari politisi -yang melihat ini demi meningkatkan citra– hingga masyarakat umum larut dalam samudera kebencian pada negeri itu.</p>
<p>Saya sering mencurigai demonstasi anti Malaysia. Maaf, bukan berarti saya mendukung aksi pencurian ikan dari nelayan Malaysia dan membenarkan tindakan pemerintahnya yang menahan petugas kita. Saya melihatnya lebih dari itu. Bagi saya, peristiwa itu hanya pemantik dari peristiwa-peristiwa sebelumnya yang kemudian menjadi timbunan dalam kesadaran kita sehingga perlahan kita melihat mereka sebagai musuh yang harus dilenyapkan.</p>
<p>Saya sepakat bahwa keadilan harus ditegakkan. Siapapun pelaku pencurian ikan harus bertanggungjawab dan diseret di depan altar hukum kita. Bahkan klaim budaya kita juga harus didudukkan secara proporsional. Hak-hak kita harus ditegakkan dan merekapun mesti mengakuinya. Tapi, apakah kita tidak tampak seperti anak kecil yang gak dapat permen saat kita sibuk merengek sana-sini sementara mereka justru melihat itu bukan sebagai hal yang substansial?<br />
Bolehkah saya mencurigai bahwa dalam diri kita ada semacam endapan sikap ‘gak rela’ melihat tetangga kita yang dahulunya adalah anak bawang, kini sudah menjadi kekuatan ekonomi raksasa dan mulai melindas negeri-negeri yang hanya bisa melihat kagum. Kita mengidap rasa iri karena jutaan warga kita harus ikhlas mengadu nasib di sana, yang merupakan symbol ketidakmampuan pemerintah kita memberikan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi anak bangsa sendiri, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang dan telah didengungkan para founding father kita.</p>
<p>Jangan-jangan kita mengidap rasa cemburu kepada negeri itu yang dahulunya mengemis ingin bergabung dengan kita, negeri yang dahulunya minta didatangkan guru dari negeri kita, negeri yang dulunya kita ajari bagaimana mengelola pemerintahan, negeri yang dahulu kita pandang sebelah mata, kini sudah menjadi kekuatan yang besar. Negeri yang dahulu anak bawang itu sudah jauh lebih makmur dan meninggalkan kita yang masih sibuk belajar hal-hal seperti tabung gas tiga kilogram yang sering meledak, penggusuran di mana-mana, kemacetan berjam-jam di ibukota, atau pemerintah yang gampang ribut saat ada video porno artis tapi tidak pernah ribut -malah memaafkan– pejabat korupsi.</p>
<p>Benar. Dahulu negeri itu hanya anak bawang. Malah, kita bisa menemukan catatan sejarah bahwa dahulu Malaysia dan Indonesia nyaris bergabung sebagai satu negara. Tiga hari sebelum Indonesia merdeka, yakni tanggal 14 Agustus 1945, pemimpin kita Bung Karno bertemu Ibrahim Jacob, tokoh Kesatuan Muda Malaya, di Malaysia. Jacob meminta agar Malaya masuk dalam NKRI yang akan segera diproklamasikan. Sayang sekali karena Bung Karno justru menolak dan tidak memasukkannya dalam naskah proklamasi serta klaim atas kewilayahan. Kata sebagian orang, Bung Karno tidak ingin dicap serakah sebab mencaplok Malaysia begitu saja. (lihat informasi pertemuan itu DI SINI dan DI SINI)</p>
<p>Tapi, dengan tidak bergaungnya Malaysia tersebut justru menjadi berkah buat mereka. Andaikan hari ini mereka bergabung, pastilah mereka akan menikmati politik tanpa etika sebab saling menghabisi di sana-sini, ekonomi tanpa nurani, kekuasaan tanpa kebijaksaan, serta sikap arogansi dan kesewenang-wenangan para penguasa yang ingin mewariskan kekuasaan pada keluarganya, atau situasi pemerintahan yang setiap saat dipanggang demonstrasi rakyatnya sendiri. Mungkin warga Malaysia hari ini akan berujar, untung dulu tidak gabung dengan Indonesia, sebab negeri itu hanya punya kesombongan masa silam, tanpa keperkasaan di masa kini.</p>
<p>Maafkan jika kita berbeda pendapat. Saya sering melihat Malaysia sebagai alter go bangsa kita. Malaysia ibarat Superman bagi kita yang selemah Clark Kent. Kita tak punya kebanggaan yang tersisa saat berhadapan dengan mereka. Kita hanya mengandalkan kisah-kisah masa silam, tentang sejarah Majapahit yang perkasa dan mempersatukan Nusantara. Kita hanya membanggakan kemerdekaan kita yang direbut dengan penuh tetesan darah, tapi kita masih belajar bagaimana mengisi kemerdekaan itu di masa kini. Kita hanya menyombongkan tanah air yang demikian luas dan kaya raya, tapi hingga kini tidak bisa kita pertahankan dengan baik sebab di sana-sini pencuri ikan berseliweran. Kita hanya membanggakan hal-hal yang semu. Kita membanggakan jargon-jargon, tapi tidak tahu bagaimana harus mengisi jargon tersebut dengan tindakan strategis di masa kini demi mempertahankan kebanggaan tersebut.</p>
<p>Kita memang punya masa silam. Tapi kita tidak punya masa kini. Dari lubuk hati yang paling dalam, kita mesti banyak belajar pada negeri itu. Kita mesti belajar pada kemampuan mereka membangun mesin besar perekonomian yang berlari cepat dan memosisikan mereka sebagai raksasa baru. Malaysia tak punya banyak kisah keperkasaan di masa silam, atau kisah tentang anak negeri yang menarungkan nyawa demi merebut kalimat merdeka. Tapi mereka sukses membangun keperkasaan di masa kini dalam hal pembangunan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja.</p>
<p>Mereka tak punya Tanah Air yang luas dan kaya raya, tapi mereka sanggup memaksimalkan potensi terbatas mereka menjadi pusat-pusat keunggulan baru. Dan marilah kita menerima kenyataan sebagai negara yang masih harus belajar banyak. Negara yang gagal menyejahterakan warganya. Negara yang gagal membangun kekuatan sehingga harga diri kita terinjak-injak. Negara yang hanya menyisahkan harga diri, namun tidak punya kekuatan untuk berdiri tegak sebagai beringin perkasa yang cabang dan dahannya menjadi tempat bergantung semua warganya. Kita adalah beringin rapuh, banteng lemah dan terpuruk, serta garuda yang sayapnya sobek di sana-sini.</p>
<p>Malaysia adalah pengejawantahan sempurna dari cita-cita yang hendak dituju para founding father kita. Negeri itu sudah sedemikian makmur dan jaya sehingga menempatkan posisi kita sebagai tetangga yang miskin dan politiknya carut-marut. Dan pada hari ini kita mesti berbesar hati dan mengakui segala keterbatasa kita dan menerima dengan ikhlas pada fakta bahwa kitapun mesti belajar pada mereka.</p>
<p>Maafkan, jika saya mengeluarkan pernyataan bahwa saya cinta Malaysia. Bukan cinta pada semesta tanah air yang melingkupi negeri itu. Tapi saya cinta pada cara-cara pemerintah mereka bekerja keras dan kemampuan membangun sebuah negara yang sanggup menyediakan kemakmuran bagi warganya. Kita berasal dari ras yang sama, darah dan daging yang sama, asal-usul yang sama, tapi kita harus mengakui bahwa Malaysia sanggup membangun kebudayaan, menguatkan tradisi demi menciptakan sebuah negara yang kokoh.</p>
<p>Mungkin Anda akan menuduh saya tidak nasionalis dengan pernyataan ini. Silakan. Seorang sahabat menyatakan bahwa demonstrasi anti Malaysia adalah cerminan nasionalisme kebangsaan kita yang sudah saatnya dikerek tinggi-tinggi. Tapi saya melihat bahwa kita memang sering menjelmakan nasionalisme hanya pada peperangan atau kebencian pada negeri lain. Kita melihatnya sebagai sikap taklid buta dan membela apapun tindakan yang mengarah pada kebencian pada sesama kita sendiri.</p>
<p>Kita memelihara nasionalisme yang kebablasan. Nasionalisme tidak tercermin pada sikap menghakimi bangsa lain secara membabi-buta kemudian menyatakan perang. Nasionalisme tidak terletak pada kebencian dan kegeraman pada sesama, kemudian berpretensi sebagai nabi yang seolah hendak menegakkan kalimat Tuhan di muka bumi, sembari meneriakkan kata “Allahu Akbar.”</p>
<p>Nasionalisme terletak pada keinginan kuat untuk menyejahterakan warga, menegakkan kalimat keadilan di bumi Indonesia, memelihara politik sebagai arena yang menyempurnakan hidup kita sebagai insan bernegara. Dan hari ini, kita tidak secara jujur menjelmakan nasionalisme pada segala lini kehidupan kita, pada jantung hal-hal yang menyangkut nasib bangsa kita, pada urat nadi mereka yang mencari nafkah di jalan-jalan raya, mengais-ngais rezeki di tepi pasar-pasar negeri ini.</p>
<p>Maaf! Saya cinta Malaysia. Bukan cinta pada tanah dan airnya. Bukan pula karena benci bangsa sendiri. Tidak sama sekali. Sebagaimana halnya Bung Karno, saya menginginkan garuda yang perkasa dan menjadi mercu suar pembangunan manusia. Saya menginginkan Indonesia yang melanglangbuana dan menjadikan negeri lain sebagai sahabat yang saling mengulurkan tangan demi kedamaian. Saya merindukan Indonesia perkasa yang sanggup menciptakan kedamaian dunia. Saya mendambakan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berwibawa dalam hal kebudayaan.</p>
<p>Inilah tanggungjawab bersama yang mesti kita pikul dengan cara banting tulang dan kerja keras. Bukannya bangsa yang hanya bisa menggerutu, tanpa bercermin pada kenyataan hari ini.(*)</p>
<p>Bau-Bau, 29 Agustus 2010</p>
<p>Pukul 06.00, usai salat subuh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=276&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2010/08/31/mau-perang-dengan-malay-udah-nasionaliskah-bangsa-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://politikana.com/images/small/indonesia-vs-malaysia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sudahkah Menghormati Orang Yang Sedang Tidak Berpuasa</title>
		<link>http://muhara.wordpress.com/2010/08/19/hormatilah-orang-yang-sedang-tidak-berpuasa/</link>
		<comments>http://muhara.wordpress.com/2010/08/19/hormatilah-orang-yang-sedang-tidak-berpuasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 06:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhara</dc:creator>
				<category><![CDATA[INDONesian Idiots]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[1431 AH]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah puasa]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khusyuk]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[menahan godaan]]></category>
		<category><![CDATA[menahan nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[menghargai]]></category>
		<category><![CDATA[minum]]></category>
		<category><![CDATA[pahala puasa]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[penjual makanan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[razia]]></category>
		<category><![CDATA[rukun islam]]></category>
		<category><![CDATA[tidak dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhara.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita saksikan menjelang bulan Ramadhan atau saat Ramadhan satpol PP dan polisi sering mengadakan razia tempat hiburan malam, prostitusi dan bentuk-bentuk kemaksiatan lainnya. Pada waktu ini petugas ga ada bedanya dengan FPI, hanya saja tidak melakukan perusakan. Selain itu pedagang makanan baek yg muslim maupun non muslim tiba-tiba saja secara malu malu membuka warung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=246&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Seringkali kita saksikan menjelang bulan Ramadhan atau saat Ramadhan satpol PP dan polisi sering mengadakan razia tempat hiburan malam, prostitusi dan bentuk-bentuk kemaksiatan lainnya. Pada waktu ini petugas ga ada bedanya dengan FPI, hanya saja tidak melakukan perusakan. Selain itu pedagang makanan baek yg muslim maupun non muslim tiba-tiba saja secara malu malu membuka warung dagangannya. Bahkan ada yg menutup total warungnya dan buka hanya pada pagi hari pada saat waktu sahur dan pada waktu berbuka. Motivasi mereka pun beragam, ada yg sungkan sama kaum muslim -takut dicap buruk- dan ada yg takut sama oknum muslim tertentu yang memaksa bahkan mengancam mereka untuk tutup.</div>
<div><img class="alignnone" title="Ramdhan Mubarak.. " src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/08/ramadhan-guide.jpg" alt="" width="400" height="313" /></div>
<div><span id="more-246"></span></div>
<div id="_mcePaste">Demikian pula tayangan TV, semerta-merta stasiun tv pada tampak alim semua. Menayangkan pengajian secara rutin yg ga pernah ada pada waktu selain puasa, sinerton yg dibumbui &amp; dipoles agar terlihat Islami hingga menanyangkan tayangan infotainment yg serta merta nyiarkan artis-artis yg lagi ke panti asuhan, umroh, dll. Stasiun TV yg di luar Ramadhan mencampur adukkan yg haq &amp; yg batil serta merta ganti baju agar terlihat alim.</div>
<div id="_mcePaste">Tak ketinggalan pula perkantoran, beramai-ramai memundurkan jam masuk dan mengawalkan jam pulang karyawannya. Sekolah-sekolah dan instansi pemerintah meliburkan diri di awal bulan puasa.</div>
<div id="_mcePaste">Di satu sisi itu memang efek dari Ramadhan. Efek-efek tersebut diatas dapat mengkondisikan umat muslim untuk lebih tenang beribadah. Memang, Ramadhan harus diistimewakan dengan  memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitasnya dan membuang sejauh-jauhnya maksiat &amp; perbuatan tercela lain. Maksudnya, diri seorang muslim sendirilah yg seharusnya mengistimewakan Ramadhan dengan cara mengistimewakan baik tingkat kualitas dan kuantitas ibadah yg dilakukannya. Baik dalam perkara ibadah maupun muamalah duniawi.</div>
<div id="_mcePaste">Tapi apa yg terjadi di negeri yg katanya 80% muslim ini. Kebalikannya. Bukan orangnya, tapi lingkungan yg (dipaksa) harus berubah. Satpol PP &amp; kepolisian dengan beringasnya mengejar para pelacur (sengaja ga pake istilah PSK, karena itu sebenernya bukan pekerjaan) dan secara agresif memaksa cafe-cafe &amp; dugeman tutup. Oknum-oknum muslim yg pake titel FPI dengan ganasnya memaksa pedagang makanan untuk tutup di siang hari. Efeknya, non muslim yg ga terkena kewajiban puasa pun harus menanggungnya. Cari makanan sulit. Kalopun dapet harus sembunyi-sembunyi memakannya.</div>
<div id="_mcePaste">For Allah&#8217;s sake.. Lingkungan berubah drastis saat Ramadhan.</div>
<div>Al Qur&#8217;an jelas mengatakan Islam itu adalah rahmat &amp; berkah untuk alam semesta. Tapi kelakuan manusia-manusia pemeluknya yg tidak dewasa aja yg mengkerdilkan Islam itu sendiri. Gini nih misalnya, jam kerja lebih siang mulainya, padahal orang-orang lebih pagi bangunnya. Kalo jam pulang lebih awal sih it&#8217;s ok, lebih awal karena ada yg banyak nyiapin buka puasa. Disini memang terlihat urgensinya dan bentuk apresiasi ibadah.  Tetapi jam mulai kerja yg disiangkan ini membuat cenderung malas. Kaum muslim cenderung tidur lagi selepas sahur &amp; subuhan, padahal nabi melarang tidur setelah subuh. Bahkan di awal-awal puasa, instansi pemerintah &amp; sekolah libur selama beberapa hari. Demikian juga beberapa sekolah swasta, bahkan sekolah swasta yg notabene Madrasah tempat istri saya mengajar sbg guru disana juga libur. Padahal, dalam Islam semua aktitias positif dalam Ramadhan itu mendapat pahala, baik yg ibadah maupun bukan ibadah. Kesimpulannya, instansi libur atau jam kerja masuk lebih siang itu sebenernya tidak ada urgensinya dengan ibadah puasa seseorang.</div>
<div id="_mcePaste">Kemudian banyak rumah makan kudu pake tirai segala, yg makan ngumpet-ngumpet. Padahal agama yg baik &amp; benar kan tidak memaksa orang -baik penganutnya maupun yg bukan penganutnya- untuk puasa. Kasihan para non muslim yg mo makan siang ataupun sarapan. Harus susah payah cari warung. Belum lagi razia-razia, apa ya harus? ga dirazia juga puasa tetep sah dan Ramadhan masih penuh berkah. Yang lebih parah, ada yg melakukan intimidasi bahkan kekerasan untuk mencegah warung &amp; cafe buka.</div>
<div id="_mcePaste">Alias, lingkungannya yg dikondisikan. Bukan manusianya. Kebalik!</div>
<div>Di negeri ini, slogan &#8216;hormatilah orang yg berpuasa&#8217; telah banyak disalah artikan untuk melakukan pendundaan mulainya jam kerja, menjustifikasi kemalasan, memaksa orang-orang yg bermata pencaharian sbg penjual makanan untuk merubah jam jualannya, memberi orang-orang munafik tempat untuk bersembunyi melakukan pelanggaran ketentuan agama. Intinya slogan tersebut memaksa lingkungan yg berubah dan menjadikan kaum muslim sebagai umat yang manja!  Dari semua hal itu, satu hal yg saya setuju, yaitu kalo tempat-tempat maksiat dirazia dan dipaksa tutup ga pas saat Ramadhan aja.</div>
<div id="_mcePaste">Saya melihat itu semua adalah suatu bentuk ketidak dewasaan kaum muslim dan malah mengurangi bobot ibadah puasa kaum muslim itu sendiri. Kontradiktif dengan tujuan puasa itu sendiri. Puasa ditetapkan agar orang dapat mengendalikan diri terhadap berbagai godaan nafsu. Puasa diperintahkan untuk merubah diri agar menjadi lebih sabar, tenang, khusyuk, penuh konsentrasi dan lebih produktif dalam berbagai macam kesibukan dan pekerjaan. Semakin besar godaan puasanya, maka semakin besar pahalanya. Semakin kaum muslim bisa menahan nafsu maka semakin kuat pertahanannya terhadap berbagai ujian &amp; godaan. Tapi apa arti semua itu jika kondisi lingkungan telah dibentuk. Apa arti puasa kalau semua sudah terkondisikan ?? Percuma kan kalo lingkungan telah membuat berpuasa karena itu bukan karena diri sendiri.</div>
<div>So&#8230; apakah diri kita yg berpuasa telah bener-bener berusaha menahan nafsu dan berjuang keras meraih pahalanya tanpa dikondisikan lingkungan ? Apakah kita yang sedang berpuasa telah menghormati dan menghargai mereka yang tidak berpuasa ?</div>
<div>Allahuma innaka afuwwun, tuhibbul afwa fa&#8217;fuanniy&#8230;</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhara.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhara.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhara.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhara.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhara.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhara.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhara.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhara.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhara.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhara.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhara.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhara.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhara.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhara.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhara.wordpress.com&amp;blog=5672267&amp;post=246&amp;subd=muhara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhara.wordpress.com/2010/08/19/hormatilah-orang-yang-sedang-tidak-berpuasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/587053648f703f852d81e7d80682c8a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/08/ramadhan-guide.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ramdhan Mubarak.. </media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
