Feeds:
Posts
Comments

Tidak seperti dulu, Islam di Indonesia hanya diwarnai 2 corak mainstream. Modernis-puritan yang direpresentasikan oleh Muhammadiyah, tradisionalis-sufi yang direpresentasikan oleh NU. Saat ini berbagai corak manhaj mewarnai Islam di Indonesia. Sebagai contohnya, Ikhwanul Muslimin yang direpresentasikan oleh jamaah tarbiyah dengan kendaraan politiknya, PKS. Jamaah tabligh, yang suka safari dari masjid ke masjid, akar manhajnya berasal dari muslim di Pakistan-India. Lalu ada manhaj Mu’tazillah yang allegedly oleh beberapa kalangan ulama ahlussunnah direpresentasikan oleh HTI, yang diklaim oleh pemerintahan RI periode 2014-2019 & 2019-2024 sebagai organisasi anti NKRI. Belum lagi tarekat-tarekat sufi macam Naqsabandi, Syadzli, Aboge dll. Hingga aliran manhaj sekularis-liberalis-pluralis yang mengklaim islam. Sangat banyak macamnya pasca 1998.

Continue Reading »

Terminal Value

Sepeda motor di foto ini sepeda motor saya. Dibeliin ibu saya di tahun 2003. Yamaha Vega R 105cc tahun produksi 2003. Seri Vega R generasi pertama (Vega generasi kedua) yang masih pake rem drum/tromol. Sudah hampir 16 tahun saya miliki & saya pakai. Sudah menempuh perjalanan sejauh 116.000 kilometer. Rute terjauh yang pernah ditempuh Jogja-Cilacap PP, Gresik-Lasem, Jogja-Demak PP. Harga baru saat dibeli 10 jutaan IDR, hampir 11 juta IDR. Continue Reading »

Citilink Kitiran

Citilink Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang melayani penerbangan domestik & internasional di lingkup regional asia tenggara, dengan menggunakan kode penerbangan QG. Tulisan kali ini review maskapai. Maskapainya lama, tapi rutenya bisa dibilang baru. Rute baru ini yang akan saya review.

Terbang Lhokseumawe – Medan vice versa sudah sering saya lakukan karena urusan pekerjaan. Selama ini penerbangan menggunaka 500/600 . Penerbangan jurusan ini cukup ramai. Seringkali saya kehabisan tiket. Mulai 31 Januari 2019 lalu, rute yang dilayani oleh Garuda Indonesia ini diberikan ke anak usahanya, si Citilink dengan ATR-72 600.

Continue Reading »

Originator : Rendy Saputra
(dicopy paste dari https://www.facebook.com/rendykeke dengan judul custom)

 

Sahabat, jika organisasi bisnis kita sedang sulit, kas mengering, modal terbatas, aset mesin sedikit, maka pada situasi seperti ini, kita memerlukan kreativitas tingkat tinggi. Dan kreativitas bisnis yang paling utama itu adalah MEMANFAATKAN apa yang kita miliki hari ini. Usabilitynya kita maksimalkan.

Misalnya kita punya mesin yang beroperasi 10 jam sehari, mari kita berfikir bagaimana bisa 20 jam sehari.

Misalnya kita punya ruko 3 lantai, lantai 1 outlet, lantai 2 kantor, lantai 3 kosong, maka mari kita berfikir untuk memaksimalkan semua lantai agar menghasilkan REVENUE. Kalo perlu kantor pindah ke rumah kontrakan, ruko pinggir jalan tersebut, 3 lantainya kita buat bisnis

Masjid Sultan Ahmed, modern Constantinople

Continue Reading »

Seiring naiknya harga bahan bakar pembangkit listrik berupa batubara dan gas, maka dilakukan berbagai macam program & aktion plan penghematan disana sini oleh para penyedia tenaga listrik. Di RI, penyediaan listrik dibagi dalam 3 golongan besar : pembangkitan, transmisi dan distribusi. Golongan penyumbang biaya terbesar ada di pembangkitan. Tidak adanya platform & kebijakan ketahanan energi dalam 20 tahun era reformasi, menyebabkan sulitnya pengendalian biaya produksi listrik. Maka dari itu, para perusahaan penyedia tenaga listrik yang mengoperasikan dan memelihara pembangkit listrik dituntut efisien.

Combined cycle power plant

Dalam pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik, ada komponen pembiayaan. Daiantaranya adalah biaya administrasi, biaya pegawai, biaya pemeliharaan, biaya produksi (bahan bakar, pelumas, kimia). Produk yang dihasilkan adalah power dalam satuan kilo watt hour/kWh (atau satuan desimal diatasnya, mega watt hour/MWh atau MW). Lalu bagaimana menghitungnya?

 

 

Continue Reading »

29 Juni 2018, kami sekeluarga mudik ke Jawa. Mudik diluar lebaran. Masih bulan Syawal sih. Sengaja demikian karena sekalian dengan agenda keluarga agar tidak bolak balik. Perjalanan ke Jawa kami memilih start dari Banda Aceh. Rute yang kami ambil start dari Lhokseumawe by shuttlebus – Banda Aceh (BTJ) – Kuala Lumpur (KUL / KLIA2) – Semarang (SRG) . Yeah… milih transit di luar negeri.

Masjid Sultan Abdul Samad/Masjid Jamek

Continue Reading »

 

 

 

 

 

 

 

Untuk kesekian kali lagi landing bandara internasional Juanda (SUB), karena urusan dinas ke kantor pusat company. Bandara ini bandara domestik & internasional yang berada di pangkalan udara TNI AL sekaligus hub ke bagian timur Indonesia. Adapun rute-rute internasional ke Kuala Lumpur, Penang, Singapura. Bandara lain yg sepert ini adalah bandara Ahmad Yani (SRG) Semarang, Husein Sastranegara (BDO) Bandung dan Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta. Sebagai bandara yg tarafnya internasional bandara SUB ini tidak memiliki fasilitas akses berupa moda transportasi darat yang bisa dibilang memadai untuk bandara sekelas di Jawa. Untuk kota sebesar Surabaya -metropolitan no.2 di republik ini- apalagi dengan kawasan ekonomi khusus ‘gerbang kerto(su)silo*’nya yang mengitari metropolis ke-2 itu sekaligus gateway udara propinsi Jawa Timur, sudah barang tentu banyak orang yang membutuhkan akses darat memadai menuju kesana. Akan tetapi mulai dari tahun dal jaman pak BeYe berkuasa dulu (pas pertama kali berangkat ke Tanjung Pinang via Batam, karena saya taunya sejak itu 😀 ) sampe sekarang, moda akses daratnya ya itu itu saja. Ga berubah dan ga ada gelagat akan berubah.

Continue Reading »